Prinsip kerja relai beban berlebih termal: Relai beban berlebih termal adalah komponen listrik pelindung yang menggunakan efek termal arus untuk menggerakkan mekanisme aksi, sehingga memutus rangkaian kontrol, dan kemudian memutus rangkaian utama. Umumnya digunakan sebagai pelindung beban berlebih untuk motor.
Relai beban berlebih termal juga disebut relai termal. Ada banyak model dan gaya. Beberapa relai termal memiliki proteksi kehilangan fasa dan proteksi ketidakseimbangan arus tiga fasa. Saat motor bekerja, terjadi kelebihan beban atau kegagalan, mengakibatkan peningkatan arus operasi yang cepat, dan elemen termal relai termal memanas dengan cepat. Semakin tinggi suhu, semakin jelas kelengkungan strip bimetal tersebut. Bimetal yang melengkung mendorong mekanisme aksi untuk bergerak, kontak yang biasanya tertutup terbuka dan kontak yang biasanya terbuka menutup, semakin besar arus beban lebih, semakin cepat waktu aksi, sehingga melindungi motor dari terbakar.
Penggunaan relai termal yang rasional secara langsung mempengaruhi pengoperasian peralatan motor yang aman, dan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
1. Kondisi penggunaan harus jelas, seringnya start dan stop serta koneksi terbalik sirkuit pengereman tidak boleh memanaskan relai.
2. Nilai pengaturan arus harus diatur secara akurat. Jika nilai pengaturannya terlalu besar, maka tidak akan berfungsi. Jika nilai pengaturan terlalu kecil, motor tidak dapat berjalan. Umumnya, arus pengenal motor adalah 0,95-1,15 kali. Pilih yang kecil untuk beban ringan dan besar untuk beban berat. Umumnya, nilai arus pengaturan sama dengan arus pengenal motor.
3. Kontak sambungan harus kencang untuk mencegah kegagalan fungsi akibat pemanasan yang disebabkan oleh kontak yang buruk.
4. Setelah terjadi gangguan beban berlebih, periksa untuk memastikan relai panas dalam kondisi baik sebelum dapat digunakan kembali.
5. Metode reset harus masuk akal. Jika tidak ada orang di lokasi, motor dapat diatur ulang secara manual untuk mencegah reset otomatis setelah kegagalan dan motor dapat dihidupkan kembali.
Relai termal memiliki satu set kontak yang biasanya tertutup 95 dan 96, dan satu set kontak yang biasanya terbuka 97 dan 98. Kontak yang biasanya tertutup dihubungkan secara seri ke rangkaian kontrol, biasanya kumparan kontaktor AC dihubungkan secara seri. Ketika motor kelebihan beban, relai termal trip, kontak yang biasanya tertutup 95 dan 96 terputus, kumparan kontaktor AC kehilangan daya, dan motor berhenti bekerja. Kontak yang biasanya terbuka dapat dihubungkan ke alarm atau indikasi kesalahan, atau tidak terhubung.