apa itu relai

Update:20-02-2023
Menurut prinsip kerja atau karakteristik struktur relai, ada tiga belas jenis, yaitu: relai elektromagnetik, relai keadaan padat, relai suhu, relai buluh, relai waktu, relai frekuensi tinggi, relai polarisasi, relai foto, relai akustik, relai termal, Relai instrumen, relai efek hall, relai diferensial.
1. Relai elektromagnetik: Relai listrik yang bekerja dengan menggunakan efek isap yang dihasilkan antara inti elektromagnet dan jangkar oleh arus pada rangkaian input.
2. Relai keadaan padat: mengacu pada relai di mana komponen elektronik menjalankan fungsinya tanpa komponen bergerak mekanis, dan masukan serta keluaran diisolasi.
3. Relai suhu: relai yang beroperasi ketika suhu luar mencapai nilai tertentu.
4. Relai buluh: Relai yang membuka, menutup, atau mengganti rangkaian dengan menggunakan aksi buluh yang disegel di dalam tabung dan mempunyai fungsi ganda yaitu buluh kejut listrik dan rangkaian magnet jangkar.
5. Relai waktu: Ketika sinyal masukan ditambahkan atau dihilangkan, bagian keluaran perlu ditunda atau dibatasi pada waktu yang ditentukan sebelum menutup atau memutus relai rangkaian yang dikontrol.
6. Relai frekuensi tinggi: relai yang digunakan untuk mengganti saluran frekuensi tinggi dan frekuensi radio dengan kerugian minimal.
7. Relai polarisasi: relai yang beroperasi dengan aksi gabungan medan magnet terpolarisasi dan arus kendali melalui medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan kendali. Arah kerja relai bergantung pada arah arus yang mengalir melalui kumparan kendali.
8. Jenis relai lainnya: seperti relai optik, relai akustik, relai termal, relai instrumen, relai efek Hall, relai diferensial.
Sebagai elemen kendali, relai mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Memperluas jangkauan kendali: Misalnya, ketika sinyal kontrol relai multi-kontak mencapai nilai tertentu, ia dapat beralih, memutus, dan menghubungkan beberapa sirkuit secara bersamaan sesuai dengan berbagai bentuk grup kontak.
2. Amplifikasi: Misalnya, relai sensitif, relai perantara, dll., dapat mengontrol rangkaian daya besar dengan jumlah kendali yang sangat kecil.
3. Sinyal terintegrasi: Misalnya, ketika beberapa sinyal kontrol dimasukkan ke dalam relai multi-belitan dalam bentuk yang ditentukan, setelah perbandingan dan sintesis, efek kontrol yang telah ditentukan tercapai.
4. Otomatis, kendali jarak jauh, pemantauan: Misalnya, relai pada perangkat otomatis dan peralatan listrik lainnya dapat membentuk rangkaian kendali program untuk mewujudkan operasi otomatis.