1. Relai pengunci magnet hanyalah sejenis relai dan tidak memiliki hubungan langsung dengan rangkaian self-interlocking, yang dapat mengatur rangkaian self-interlocking. Kedua, relai yang saling mengunci dan mengunci sendiri adalah kebutuhan untuk merealisasikan fungsi tertentu (Anda dapat memeriksa rangkaian mengunci sendiri dan mengunci sendiri), sedangkan untuk triode atau menggunakan metode penggerak lainnya, itu tergantung pada situasi spesifik.
Berapa lama relai pengunci magnet bertahan
5-6 tahun. Umur relai pengunci magnetik umum adalah sekitar 50.000 kali pembukaan dan penutupan, dan umur relai kualitas yang lebih baik dapat mencapai 100.000 kali, dan waktunya 5-6 tahun. Relai pengunci magnetik adalah jenis relai baru yang dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, dan juga merupakan sakelar otomatis. Seperti relai elektromagnetik lainnya, relai ini dapat menghidupkan dan mematikan rangkaian secara otomatis.
Apa prinsip kerja relay pengunci magnetik?
Prinsip pengoperasian relai pengunci magnetik adalah bahwa ia dihisap setelah kumparan menarik diberi daya (DC), dan setelah kumparan menarik dimatikan, di bawah aksi magnet sisa, ia masih mempertahankan keadaan menghisap. Jika arus balik yang sesuai ditambahkan ke kumparan menarik, sisa aksi Magnetik, relai dapat dilepaskan. Dalam proses pengembangan relai pengunci magnet, Yuanze Electric menemukan bahwa tidak nyaman jika hanya memiliki satu kumparan dalam aplikasi praktis, sehingga relai pengunci magnet biasanya memiliki dua kumparan, satu untuk pengisapan dan yang lainnya untuk pelepasan!
Peran relai pengunci magnetik
Relai adalah elemen peralihan otomatis dengan fungsi isolasi. Ini banyak digunakan dalam kendali jarak jauh, telemetri, komunikasi, kontrol otomatis, mekatronik dan peralatan elektronika daya. Ini adalah salah satu elemen kontrol yang paling penting.
Relai umumnya mempunyai mekanisme induksi (bagian masukan) yang dapat mencerminkan variabel masukan tertentu (seperti arus, tegangan, daya, impedansi, frekuensi, suhu, tekanan, kecepatan, cahaya, dll); Aktuator kontrol "Mati" (bagian keluaran); antara bagian masukan dan bagian keluaran relai, terdapat mekanisme perantara (bagian penggerak) untuk penggandengan dan isolasi masukan, pemrosesan fungsi, dan penggerak bagian keluaran.
Relai mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Memperluas cakupan pengendalian. Misalnya, ketika sinyal kontrol relai multi-kontak mencapai nilai tertentu, ia dapat beralih, memutus, dan menghubungkan beberapa sirkuit secara bersamaan sesuai dengan bentuk grup kontak yang berbeda.
2) Memperbesar. Misalnya, relai sensitif, relai perantara, dll., dapat mengontrol rangkaian daya besar dengan jumlah kendali yang sangat kecil.
3) Sinyal terintegrasi. Misalnya, ketika beberapa sinyal kontrol dimasukkan ke dalam relai multi-belitan dalam bentuk yang ditentukan, sinyal tersebut akan dibandingkan dan diintegrasikan untuk mencapai efek kontrol yang telah ditentukan.
4) Otomatis, kendali jarak jauh, pemantauan. Misalnya, relai pada perangkat otomatis, bersama dengan peralatan listrik lainnya, dapat membentuk rangkaian kendali program untuk mewujudkan pengoperasian otomatis.
Pabrik mengkhususkan diri dalam produksi berbagai relai waktu, relai elektromagnetik, relai elektronik, relai daya tinggi, relai tingkat cair, relai solid-state, relai daya tinggi dan relai kecil, pengatur waktu, penghitung, relai, dll.
Relai pada dasarnya adalah peralatan listrik yang mentransmisikan sinyal, dan mencapai tujuan kontrol yang berbeda sesuai dengan sinyal masukan.
Relay umumnya digunakan untuk menghidupkan dan mematikan kendali peralatan listrik (motor)
Misalnya saja relai arus pada motor DC, ketika arus terlalu kecil atau terlalu besar, ia mendeteksi sinyal arus dan kemudian mengontrol hidup dan matinya motor.
Ada juga relay termal, seperti ketika motor kelebihan beban dalam waktu lama dan suhu terlalu tinggi, maka motor akan berhenti